#Gagal Ginjal Kronis


Kroscek Dini terhadap Ancaman Penyakit Ginjal Kronis

Salam bahagia Bapak/Ibu Yth. Coba di simak tentang pertimbangan seorang dokter dalam melakukan cross check dari ancaman penyakit ginjal kronis (PGK) untuk pasien yang dicurigai, sehingga itu sifatnya menjadi keharusan. Lalu, jika ya, maka karakter yang manakah dan bagaimana caranya?

Mengapa Penyakit Ginjal Kronis Menjadi Beban? 

Rumah Ginjal - Penyakit ginjal kronis saat ini tidak dapat disembuhkan. Penyakit ginjal kronis menjadikan pasien  membutuhkan perawatan selama sisa hidup mereka. Disamping itu penyakit ini juga memicu masalah kesehatan yang lainnya (penyakit jantung pembuluh darah) yang menyebabkan kematian atau cacat dini. 

Bahaya Penyakit Kronis Tanpa Gejala

Rumah Ginjal- SETIAP Maret selalu diperingati hari ginjal sedunia. Tahun ini jatuh pada Kamis, 8 Maret. Umat manusia diharapkan berefleksi diri terhadap penyakit ginjal yang menakutkan dampaknya. Tak hanya melibatkan penderita gagal ginjal kronis (GGK), tetapi juga saudara, kerabat, masyarakatnya, dan pemerintah. Terutama memberi perhatian kepada kaum perempuan, sesuai tema Hari Ginjal Sedunia tahun ini, yakni Kidneys and women’s health (Ginjal dan kesehatan perempuan).

[Tanya Dokter] Cuci Darah Satu-satunya Cara Mengobati Pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) ?

[Rumah Ginjal: Tanya-Jawab] Apakah cuci darah itu satu-satunya cara mengobati pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) ? Dokter : Tidak. Cuci darah adalah pengobatan sementara, sampai pasien mendapatkan pengobatan definitif melalui cangkok ginjal (transplantasi ginjal). Selama cuci darah, pasien masih mendapatkan pemberian obat-obatan untuk menghidari komplikasi yang bisa timbul akibat dari penyakitnya.  

[Tanya Dokter] Terapi Pengganti Ginjal

[Rumah Ginjal: Tanya-Jawab] Jika saya sudah didiagnosa Gagal Ginjal Kronis (GGK), apakah saya harus cuci darah? Dokter : Tidak, untuk cuci darah atau tidak tergantung stadium dari GGK nya. GGK memiliki 5 stadium, yaitu:  Stadium 1 jika laju filtrasi glomerulus di atas 90 ml/menit atau normal. Walau nilai laju filtrasi glomerulus normal, namun terdapat kerusakan pada ginjal yang terdeteksi oleh tes lain. Misalnya, terdapat darah di dalam urin (hematuria) atau terjadi peradangan pada ginjal.