Rumah Ginjal

Blog

diet-untuk-gagal-ginjal-kronis.jpg

Sulitnya Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi pada Gagal Ginjal

Rumah Ginjal - Penyakit ginjal kronis atau yang lebih dikenal dengan gagal ginjal kronis masih menjadi suatu problem serius. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sulitnya menurunkan tekanan darah pada penyakit ginjal ini. Seperti diketahui saat seseorang menderita darah tinggi, yang tidak teratasi dengan baik adalah timbulnya komplikasi berbahaya seperti stroke, serangan jantung, atau perburukan fungsi ginjal yang berujung pada cuci darah. Oleh karena itu, menjaga atau menurukan tekanan darah adalah suatu keharusan.   Tapi, mengapa pada beberapa orang tekanan darah sulit turun? Sesuai dengan salah satu teori yang ada, pada penyakit ginjal akan terjadi peningkatan hormon paratiroid. Hal ini disebabkan terganggunya regulasi hormon ini terkait ketidakseimbangan ion kalsium dan fosfat. Sehingga ion kalsium yang beredar di jaringan menjadi menurun. Hormon ini lalu aktif dan berdampak pada aktifitas sel penghancur tulang yang dinamakan osteoclast.

alam-ginjal-dari-seberang-lain.jpg

Alam Ginjal dari Seberang lain

Rumah Ginjal - Dia didiagnosis dengan penyakit ginjal stadium akhir. Bagaikan tersambar petir, diagnosis itu tentu mengejutkan karena proses perubahan yang terjadi pada tubuhnya sama sekali tidak dirasakan --karena memang itulah bagian dari karakter penyakit ginjal kronis.   Patut diketahui bahwa penyakit ginjal kronis sebagian besar tidak memberikan gejala. Sebagaimana pada sesi sebelumnya bahwa kalau toh mengeluh dan bergejala seperti bengkak seluruh tubuh, lemas kurang Nafsu makan, mual kronis, semangat kerja menurun, gampang lelah seperti habis berjalan jauh, serta darah tinggi; semua itu tadi sesungguhnya telah terjadi kerusakan ginjal Yang parah. Apalagi sudah ada kejang, sesak nafas prekoma Yang tidak bisa ditawar dari urusan cuci darah.    Maka pada umumnya, sebagian besar mereka  pasrah sambil  terus berdoa untuk mendapatkan jalan yang terbaik. Pada beberapa kejadian, banyak dari mereka umumnya lebih dulu  mendengar semua cerita tentang bagaimana perasaan orang-orang selama cuci darah, dan tentunya mereka tidak ingin menghadapinya. Mereka tidak ingin kehilangan kebebasannya dan mereka tentu tidak ingin merasa sakit sepanjang waktu.

gagal-ginjal-kronis.jpg

Pesan Sekelumit tentang Penyakit Ginjal Kronis di Tengah Kita

Rumah Ginjal – Berbicara soal gagal ginjal kronis, kebanyakan kalangan publik sudah ketakutan awal akan bayangan cuci darah. Hal ini sangat wajar karena banyak cerita yang tentu setiap orang tidak ingin mengalaminya. Dan tentu juga melalui kesempatan ini kita tunjukan lebih awal rasa empati kita dan kita semangati dalam ridho Ilahi bagi saudara kita yang menjalani cuci darah reguler (berkelanjutan) sehingga selalu tetap semangat. Hal ini tidak berlebihan karena sesungguhnya dengan cuci darah yang terstandar, mereka akan mendapatkan kondisi optimal sepanjang didukung oleh berbagai pihak. Sedang bagi kita rerata sehat ginjal sebaiknya selalu tetap waspada dalam merawat ginjal yang menakjubkan ini agar terhindar dari penyakit ginjal kronis. Dengan demikian kita bisa ikut  berperan dalam meminimalisir kejadian penyakit ginjal kronis.  Untuk diketahui bahwa penyakit ginjal kronis adalah suatu kondisi di mana fungsi ginjalnya menurun. Menurun dalam hal ini tidak harus kreatinin darah meningkat dari angka normal. Namun, apabila  ditemukan, misal kebocoran protein dari 3x pemeriksaan berbeda waktu dalam periode 3 bulan pun dalam hal ini sudah di sebut penyakit ginjal kronis. Atau bisa juga ditemukan adanya batu pada saluran perkencingan dari hasil pemeriksaan USG maka itu juga sudah termasuk penyakit ginjal kronis. 

ilustrasi-virus-corona-rumah-ginjal.jpg

Mengantisipasi Wabah Virus Corona Wuhan

HEBOH wabah virus korona jenis baru di Tiongkok sekarang ini mengingatkan kejadian 17 tahun lalu. Pada November 2002, muncul laporan awal merebaknya wabah SARS (severe acute respiratory syndrome, sindrom pernapasan akut) di Provinsi Guangdong, Tiongkok. Barangkali untuk menjaga kepercayaan publik, awalnya pemerintah Tiongkok berusaha menutupi dan tidak melapor ke WHO. Namun, karena situasi makin genting, pemerintah Tiongkok akhirnya melapor ke WHO pada Februari 2003. Wabah berbahaya ini ternyata menyebar sangat cepat. Hanya dalam waktu setengah tahun, sampai Juli 2003, dilaporkan sudah ada 8.069 kasus dan 775 orang meninggal. Sedemikian hebatnya ancaman wabah ini sampai WHO menyatakan sebagai emergensi global.

industri-40-untuk-pacu-layanan-kesehatan-prof-djoko-santoso.jpg

Industri 4.0 untuk Pacu Layanan Kesehatan

Presiden Jokowi sudah memilih dr Terawan sebagai menteri kesehatan untuk periode kedua pemerintahannya. Apa arah kebijakan kesehatan Kementerian Kesehatan untuk menjawab tantangan ke depan? Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita mengulas pencapaian sektor kesehatan lima tahun ke belakang. Gebrakan paling monumental periode pertama pemerintahan Jokowi adalah penerapan jaminan kesehatan nasional lewat Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini bisa dibilang kebijakan revolusioner di sektor kesehatan. Meskipun begitu, kebijakan ini masih menanggung masalah berat. Masalah utama yang belum bisa diatasi sampai sekarang adalah pembiayaan BPJS yang tekor sejak awal sampai sekarang. Ratusan rumah sakit mitra belum dibayar oleh BPJS hingga arus kasnya terseok, bahkan ada yang bangkrut.

stunting-mengancam-bonus-demografi.jpg

Stunting, Mengancam Bonus Demografi

ISU kesehatan paling menarik perhatian publik sepanjang 2019 ialah tentang karut-marutnya BPJS. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) ini sebenarnya program unggulan. Cakupannya yang sangat massal menjadikan program ini disebut sebagai lompatan besar kebijakan kesehatan. Akan tetapi, kehadiran BPJS ini membawa dua implikasi yang berbeda. Di satu sisi, program ini sangat membanggakan karena membawa kita melangkah ke arah pemerataan layanan kesehatan yang bisa mencakup seluruh warga negara. Namun, di sisi lain, manajemen BPJS masih belum sanggup mengatasi masalah utamanya. Sampai hari ini BPJS sebagai pelaksana JKN masih defisit atau tekor triliunan rupiah sehingga memerlukan suntikan dana dari pemerintah. Sedemikian sulitnya mengatasi soal ini, pemerintah sampai menaikkan iuran peserta BPJS yang memicu gelombang protes masyarakat. Keruwetan BPJS ini menempati rangking teratas dalam daftar isu kesehatan yang paling menyedot perhatian masyarakat.

book4.jpg

Buku: Siapkan diri Anda untuk Cangkok Ginjal

Rumah Ginjal - Buku berjudul  “Siapkan Diri Anda Untuk Cangkok Ginjal” ini menjelaskan bagaimana persiapan yang perlu dilakukan, dan kriteria bagi calon pendonor ginjal. Buku ini disusun menjadi 12 bab, mulai dari mengenal transplantasi ginjal, mempersiapkan logistik proses cangkok ginjal, mencari dan memahami proses evaluasi donor hidup, persiapan resipian selama pracangkok, perawatan pra operasi, prosedur pembedahan transplantasi ginjal, manajemen pascaoperasi resipien transplantasi ginjal, rehabilitasi pola hidup, hingga pembahasan tentang penanganan pasien pasca cangkok ginjal.

rumah-ginjal-buku-ginjal-60-menit-menuju-ginjal-sehat.jpg

Buku: 60 Menit Menuju Ginjal Sehat

Jika Anda penderita penyakit ginjal, atau sedang terkena masalah ginjal, diabetes, stroke, tekanan darah, maupun orang sehat yang ingin menjaga kesehatan ginjal, inilah buku yang mestinya Anda baca! Buku yang ditulis dokter ahli ginjal, Prof. Dr. Djoko Santoso, Ph. D., yang pernah mengenyam pendidikan di Graduate School of Medicinedi Juntendi Jepang dengan menyabet gelar Ph. D. ini membahas dengan ringan masalah-masalah ginjal, mulai dari mengetahui apa itu ginjal hingga masalah gagal ginjal termasuk gagal ginjal kronik.

rumah-ginjal-buku-hipertensi-membonsai-hipertensi.jpg

Buku: Membonsai Hipertensi

Rumah Ginjal - SETELAH sukses dengan buku 60 Menit Menuju Ginjal Sehat (Jaring Pena, 2009), Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D menyajikan kembali karyanya kepada pembaca dengan hadirnya buku Membonsai Hipertensi ini. Tidak kalah dari buku sebelumnya itu, buku kedua ini sangat bagus dan pasti bermanfaat bagi masyarakat luas. Dikemas dengan gaya lugas dan ringkas, buku Membonsai Hipertensi mudah dipahami. Tidak hanya sebatas dipahami, buku ini oleh penulisnya diharapkan bisa menjadi bahan pengetahuan bagi orang yang tidak atau belum terkena hipertensi, dan pedoman pemeliharaan dan pengobatan hipertensi bagi yang telah terkena penyakit tersebut.

Publikasi Ilmiah

material-sciences-and-engineering.jpg

Preparation and characterization of imprinted zeolite-Y for p-cresol removal in haemodialysis



Rumah Ginjal - In this work, the novel imprinted zeolite (IZ) was synthesized, and its properties and performance in terms of adsorption of p-Cresol, which represent the protein-bounded uremic toxins in aqueous phase under phosphate buffer saline, were studied and compared with the synthesized zeolite-Y (ZeoY-S) and commercial CBV 100 zeolite-Y (ZeoY-C).The ZeoY-S was synthesized from sodium aluminate, NaOH, H2O and SiO2 under aging for 24 h at room temperature and hydrothermal condition for 24 h at 100 °C, with an initial composition of 10SiO2:Al2O3:4Na2O:180H2O.

the-indonesian-biomedical-journal.jpg

Determiner of Poor Sleep Quality in Chronic Kidney Disease Patients Links to Elevated Diastolic Blood Pressure, hs-CRP, and Blood-count-based Inflammatory Predictors



Rumah Ginjal - BACKGROUND: Sleep deprivation is strongly associated with cardiovascular disease (CVD) via sympathetic overstimulation and systemic inflammation in general population. However, the significance of poor sleep quality in chronic kidney disease (CKD) is still underexplored. METHODS: This study assessed the sleep quality of 39 with non-dialysis CKD (ND CKD) patients and 25 hemodialysis CKD (HD CKD) patients using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Poor sleeper was defined as individual with PSQI > 5.

jurnal-teknologi-utm.jpg

Incorporation Of Imprinted-Zeolite To Polyethersulfone/Cellulose Acetate Membrane For Creatinine Removal In Hemodialysis Treatment



Abstract Polyethersulfon (PES) membrane has been widely used in the biomedical field especially in hemodialysis application. Many modifications of membranes have been applied into hemodialysis such as diffusion, adsorption, and mixed-matrix membrane. The main problem of those membranes is less selectivity to attract the uremic toxins. In this study, we report the modification of PES mixed with cellulose acetate (PES/CA) membrane as mixed-matrix membrane (MMM) using imprinted-zeolite (PES/CA/IZC) in order to increase the selectivity for targeted analyte. The hollow fibre membranes (HFM) were fabricated by dry-wet spinning technique.

kerjasama-indonesia-amerika-perluas-kesempatan-kuliah-di-amerika.jpg

Kerjasama Indonesia Amerika, Perluas Kesempatan Kuliah di Amerika

Surabaya (beritajatim.com) — Kerjasama Indonesia Amerika di bidang pendidikan terus dipererat. Terkait hal itu, Konsulat Jendral Amerika membuka pusat EducationUSA yang ke dua di Jawa Timur yakni di American Corner Perpustakan Kampus Universitas Airlangga Surabaya (Unair) B. Pembukaan pusat konsultasi EducationUSA ini diharapkan mampu membantu setiap mahasiswa mendapatkan informasi kuliah di Amerika. Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Mark McGovern mengatakan bahwa pemerintah Amerika membuka seluas-luasnya peluang pendidikan untuk warga negara Indonesia.

unair-strengthens-collaboration-through-taiwan-higher-education-fair.jpg

UNAIR Strengthens Collaboration through Taiwan Higher Education Fair

UNIVERSITAS AIRLANGGA NEWS – To commemorate its 65th Anniversary, Universitas Airlangga once again held Taiwan Higher Education Fair (THEF). The event managed by Airlangga Global Engagement (AGE) was opened on Thursday, November 7, 2019, at the Lobby Hall of Campus C Management Office of UNAIR.

revolusi-industri-40-miliki-manfaat-untuk-dunia-kesehatan.jpg

Revolusi Industri 4.0 Miliki Manfaat untuk Dunia Kesehatan

Jatim Newsroom- Saat ini, Indonesia memasuki era awal Revolusi Industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso, Dr., PhD., Sp.Pd.K-Gh.Finasim memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu. Prof. Djoko menjelaskan pentingnya manajemen beban penyakit dan kebutuhan layanan teknologi kesehatan.