#GGK
Peran Asam Keto dan Asam Amino Esensial pada Penyakit Ginjal Kronis
- Blog
- /
- 15/09/2021
Setelah mengetahui bagaimana menjaga asupan protein pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) di artikel sebelumnya, berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai asupan tambahan terkait protein dalam tubuh. Dengan memahami manfaat kandungan nutrisi pada suplementasi protein, maka pasien dan keluarga akan semakin disiplin dalam menjaga konsumsinya sehari-hari. Protein sungguh sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sel suatu tubuh kita, tidak terkecuali pada mereka dengan PGK. Untuk PGK, ada kekhususan perhatian yang tidak boleh dilupakan, mengingat konsumsi yang berlebihan akan membebani ginjal dan menambah kerusakannya. Maka dari itu, konsumsi protein perharinya pada mereka tersebut, harus tetap dikontrol agar tetap rendah. Protein di tubuh akan menjalani proses metabolisme dan dipecah menjadi asam amino yang diperlukan tubuh untuk berbagai fungsi biologis.
Mengenal asupan protein Pada Penyakit Ginjal Kronis
- Blog
- /
- 13/09/2021
Setelah paham dan mengerti 2 artikel sebelumnya yakni tentang Mengenal Malnutrisi pada Gagal Ginjal Kronis dan Pentingnya Mengetahui Peran Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronis, berikut ini diketengahkan tentang apa saja yang penting diketahui tentang kandungan nutrisi yang perlu dikontrol pada mereka dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Pada kesempatan ini pembahasan difokuskan pada asupan elemen protein terlebih dahulu. Protein sungguh sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sel suatu tubuh kita, tidak terkecuali pada mereka dengan PGK. Untuk PGK, ada kekhususan perhatian yang tidak boleh dilupakan mengingat akan berakibat pada percepatan progresivitas pada penyakitnya. Maka dari itu, konsumsi protein perharinya pada mereka tersebut, harus tetap dikontrol agar tetap rendah.
Tetap saja, mari Menghindari Sakit Ginjal Sekalipun di era pandemi
- Blog
- /
- 12/06/2021
Pernahkah terbersit dalam pikiran kita semua tentang seberapa berbahaya sakit ginjal, apalagi di era pandemi yang belum ada titik terang kapan berakhirnya? Juga, bagaimanakah hal tersebut dikaitkan dengan kemampuan suatu negara dalam melindungi kesehatan warga negaranya? Sesungguhnya penyakit gagal ginjal kronis (GGK) menjadi momok tidak hanya bagi pasien dan keluarga, namun lebih dari itu, intinya bagi kita semua, termasuk petugas medis, pemerintah. Bisa bayangkan kalau melihat hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan, bahwa persentase penyakit ginjal kronik di Indonesia sebesar 3,8 persen dengan kenaikan sebesar 1,8 persen dari 2013. Data BPJS Kesehatan pada tahun 2017 mencatat total biaya Rp3,1 triliun dikerahkan untuk membiayai penyakit gagal ginjal kronis. Pembiayaan tersebut adalah peringkat keempat pengeluaran terbesar lembaga asuransi kesehatan negara tersebut.
Menapis Massal, Mencegah Gagal Ginjal
- Opini
- /
- 24/03/2019
Ketidaktahuan bisa membawa bahaya (dan biaya) berganda. Banyak kalangan di masyarakat tidak mengenal apa itu penyakit gagal ginjal kronis (GGK). Tidak hanya di Indonesia, tetapi di banyak negara maju sekalipun. Kita baru mengetahui GGK setelah ada orang di dekat kita harus cuci darah rutin. Untuk memperpanjang "nyawa", GGK jelas menghabiskan biaya tinggi, kerap menguras harta hasil jerih payah. Ini memang penyakit berbahaya dan mahal. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian itu meningkatkan secara eksponensial risiko kematian pada GGK itu. Penurunan fungsi ginjal bisa berlanjut dengan kelipatan hingga 100 kali lebih tinggi ketika berada tahap gagal ginjal terminal dibandingkan yang tahap awal yang hanya dua hingga empat kali.
Bahaya Penyakit Kronis Tanpa Gejala
- Opini
- /
- 10/09/2018
Rumah Ginjal- SETIAP Maret selalu diperingati hari ginjal sedunia. Tahun ini jatuh pada Kamis, 8 Maret. Umat manusia diharapkan berefleksi diri terhadap penyakit ginjal yang menakutkan dampaknya. Tak hanya melibatkan penderita gagal ginjal kronis (GGK), tetapi juga saudara, kerabat, masyarakatnya, dan pemerintah. Terutama memberi perhatian kepada kaum perempuan, sesuai tema Hari Ginjal Sedunia tahun ini, yakni Kidneys and women’s health (Ginjal dan kesehatan perempuan).