#Prof. Djoko Santoso
Webinar: The Role of Magnesium in Prevention & Treatment of Covid 19
- Berita
- /
- 20/11/2021
Webinar: The Role of Magnesium in Prevention & Treatment of Covid 19(Peran Magnesium dalam Upaya Deteksi dan Pengobatan Pasien Covid-19) Pembicara 1Masaru Yamamoto, Ph.D.The Role of Magnesium in Prevention & Treatment of Covid 19 Pembicara 2Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM Acute Kidney Injury and Electrolyte Abnormalities in Covid-19 Critical Illness Pembicara 3Prof. dr. Suzanna Immanuel, Sp.PK(K)Lactate Monitoring for Severe Sepsis and Septic Shock: Are All Lactate Measurement the same? Moderator: Prof. Dr Aryati, dr, MS, SpPK-K
Webinar: Mengawal Masa Depan Anak Yatim Korban Pandemi
- Berita
- /
- 02/09/2021
Webinar Seri ke-10 Literasi Pandemi MUI Jatim Tema: Mengawal Masa Depan Anak Yatim Korban Pandemi Pengantar Zoominar: Prof Akh Muzakki Sekretaris Umum MUI Jatim Narasumber: Dr. H. M. Alwi, M. HumKetua Komisi Pengembangan Dana Ummat dan Penguatan Keuangan Lembaga Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Dr. Hj. Udjie Asiyah, M.Si Ketua Komisi PPRK MUI Jatim Host : Afif Amrullah Sekretaris Komisi Infokom MUI Jatim Jum'at, 3 September 2021Pukul 19.00 WIB Join Zoom Meetinghttps://us02web.zoom.us/j/85423438764?pwd=U3gwMEFBMWhnZC8vWk84d3N4RUV3dz09 Meeting ID: 854 2343 8764Passcode: MUIJTM Live streaming MUI Jatim TVyoutube.com/MUIJatimTV Disiapkan E-Sertifikat
Unesa Jawab Kontroversial Halal Haram Vaksin Astrazeneca dengan Diskusi Publik Bersama Para Pakar
- Berita
- /
- 04/04/2021
Unesa.ac.id, Surabaya-Halal atau haramnya Vaksin Astrazeneca masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Isu miring terkait vaksin tersebut terus naik ke permukaan dan terkadang meresahkan. Karena itu, Unesa mengadakan diskusi publik yang bertajuk “Halal Haram Vaksin Astrazeneca untuk Kemaslahatan Umat; Ditinjau dari Perspektif Agama dan Kesehatan”, pada Sabtu 3 April 2021 di Auditorium Rektorat Unesa, Lidah Wetan. Tema yang diusung memang cukup sensitif, karena itu, Unesa mengundang para pembicara dari berbagai latar belakang yang kompeten di bidangnya. Ada dari Majelis Ulama Indonesia Pusat yakni Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. KH. Fahrurrozi Burhan. Selain itu, ada Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR sekaligus Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim, Prof. Dr. Djoko Santoso, Ph.D,Sp.PD.KGH.FINASIM
Prof. Djoko Sebut Revolusi Industri 4.0 Miliki Manfaat Untuk Dunia Kesehatan
- Berita
- /
- 15/11/2019
UNAIR NEWS – Saat ini, Indonesia memasuki era awal Revolusi Industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso, Dr., PhD., Sp.Pd.K-Gh.Finasim memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu. Dalam acara Seminar Nasional Revolusi Industri Kesehatan 4.0 (12/11/2019), Prof. Djoko menjelaskan pentingnya manajemen beban penyakit dan kebutuhan layanan teknologi kesehatan.
Mewaspadai Gunung Es Kusta
- Opini
- /
- 26/09/2019
Rumah Ginjal - Para penderita kusta di Kampung Kusta Sitanala Tangerang hidup secara berdampingan bertahun-tahun tanpa ada diskriminasi. Baru-baru ini harian Kompas menurunkan berita mengejutkan di halaman depan tentang penyebaran kusta di Indonesia. Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2017, disebutkan ada 17.441 penderita kusta di Indonesia. Indonesia menempati urutan ketiga, di bawah India dengan 126.164 penderita dan Brasil 26.875 penderita. Data terbaru 2018, India 120.334 penderita, Brasil 28.660 penderita dan Indonesia 17.017 penderita. Indonesia tetap urutan ketiga. Siapa sangka, sebelumnya jarang ada pemberitaan tentang penyakit kusta, tiba-tiba saja Indonesia diberitakan tertinggi ketiga kasus kusta di dunia. Ada sembilan provinsi kita yang tergolong paling berkontribusi, antara lain Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara. Kusta atau lepra adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri lepra (mycobacterium leprae), dengan gejala antara lain berupa munculnya bercak putih di kulit, kelemahan/kelumpuhan otot, rasa kesemutan atau kebas pada sebagian anggota tubuh. Gejala ini baru muncul dalam waktu lama sejak terkena infeksi, bisa lima tahun atau bahkan lebih.