#obesity


Mewaspadai Bahaya Obesitas

Rumah Ginjal - Di grup Whatsapp kesehatan beredar anekdot, "Pengendara sepeda ialah bencana bagi perekonomian negara. Mereka tak beli mobil, bensin, tak bayar parkir, dan tak pernah ke dokter. Sebaliknya, restoran cepat saji ialah berkah perekonomian, termasuk bagi klinik, apotik, dan pusat kebugaran, karena meningkatkan jumlah pasien penderita obesitas." Anekdot ini membuat kita tersenyum getir. Obesitas atau kegemukan dianggap menjadi problem negara. Apakah obesitas sudah menjadi ancaman? Respons menghadapi kegemukan ini beragam. Ada yang cukup dengan berolah raga di rumah atau sekadar jalan kaki tiap pagi, ikut senam kebugaran, atau diet. Yang malas olahraga, tapi pengin cepat turun bobot, bisa datang ke klinik liposuction (sedot lemak), asal mampu bayar. Dari sisi medis, penting untuk menangani obesitas. Kegemukan atau kelebihan berat badan ialah pintu masuk bagi sederetan penyakit berat, seperti gangguan jantung dan ginjal. Makin gemuk (obese) seseorang, makin besar risiko tubuhnya kena gangguan penyakit, seperti hipertensi. Jika tekanan darah seseorang melebih batas normal 140/90 mm Hg, aliran darah ke ginjal akan terhambat tidak lancar. Jika tak segera ditangani, bisa mengarah ke gagal ginjal. Jadi, kegemukan bisa menjadi pintu gerbang masuknya hipertensi, dan potensial mengarah ke gagal ginjal.

Anthropometry-based Body Fat Percentage Predicts High hs-CRP in Chronic Kidney Disease Patients

BACKGROUND: Obesity is an important cardiovascular risk factor and associated with low grade inflammation in chronic kidney disease (CKD) patients. This study aims to assess the association between body fat with serum high sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) level in CKD patients. METHODS: A cross-sectional study was performed in 71 CKD  patients.  Anthropometric  measurements  included body weight, height, body mass index (BMI), body fat percentage (BFP), skinfold thickness (SKF) of triceps and biceps were performed by trained physician. BFP was calculated using Kwok’s Formula and hs-CRP was measured by Particle enhanced Turbidimetry.