#lebaran


Berlebaran sambil Mewaspadai Varian XE

SETELAH dua tahun tidak merayakan Lebaran karena pandemi, akhirnya sepekan lagi umat Islam akan bisa merayakan Idul Fitri lagi, hari raya berakhirnya puasa di bulan suci Ramadan. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, momen hari raya ini dirayakan begitu menggema dengan tradisi lokal yang kita kenal dengan Lebaran. Sebagai tradisi dan bagian dari budaya Nusantara, Lebaran sangat kental dengan suasana lokal. Lebaran ditandai salah satunya dengan arus besar mudik. Jutaan orang berbondong-bondong balik ke kampung halaman asalnya menggunakan beragam moda transportasi. Setelah salat id di lapangan, kita menikmati beragam hidangan yang serbanikmat. Dilanjutkan dengan tradisi saling berkunjung ke kerabat dan tetangga, bermaafan, bahkan sungkem pihak yang muda ke yang sepuh. Sementara itu, anak-anak sibuk memilih suguhan aneka camilan dan menerima uang hadiah Lebaran dari para orangtua dan kerabatnya. Suasana lebaran penuh persaudaraan dan makan enak, sungguh membahagiakan penuh berkah.

FISIP Berlebaran Melalui Ngaji Kesehatan

Setelah liburan lebaran Idul Fitri 1442 H, FISIP mengawali hari efektif kerja dengan melalukan webinar yang mengambil tema “Pasca Vaknisasi Harus Apa? Tetap Sehat, Kinerja Meningkat”. Alasan utama tema ini dipilih karena momentum lebaran kerap menjadi wahana penyebaran efektif dari Covid 19 sebagaimana momentum setelah pilkada beberapa waktu yang lalu. Webinar tersebut dilakukan melalui zoomeeting sekaligus ditayangkan live di YouTube pada Selasa (18/05). Hadir dalam webinar tersebut narasumber yang sangat kompeten, yaitu Prof. Djoko Santoso, dr., SpPD., FINASIM, Ph.D, Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR dan sehari-hari juga menjadi Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim.