Penjelasan Gagal Ginjal Akut Menurut Pakar Nefrologi UNAIR


UNAIR NEWS – Maraknya kasus gagal ginjal akut misterius pada awal bulan Oktober lalu masih menjadi pembicaraan hangat. Terdapat kurang lebih 131 anak di 14 provinsi di Indonesia mengalami gagal ginjal akut yang mana saat itu belum diketahui penyebabnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kemudian memberikan pernyataan bahwa penyebab gagal ginjal akut pada anak karena konsumsi obat sirup yang mengandung bahan kimia melebihi ambang batas. Bahan tersebut adalah Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Menurut Prof Djoko Santoso dr PhD SpPD KGH FINASIM, guru besar ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) dan konsultan ginjal-hipertensi mendefinisikan gagal ginjal akut sebagai kondisi gangguan fungsi ginjal yang muncul dengan serangan mendadak dan cepat ditandai oleh peningkatan serum kreatinin atau menurunnya produksi urin.

Proses gagal ginjal akut ini terjadi secara bertahap berdasarkan penurunan produksi urin yang kurang dari 0,5 mg/kg/jam dalam kurun waktu tertentu yakni kategori risk (6 jam), kategori injury (12 jam), kategori failure (24 jam), serta dialysis requirement. Sementara, penyebab gagal ginjal akut secara umum bersifat multifaktor dengan jenisnya terdiri dari pre-renal, renal, dan post-renal.

“Kalau yang kaitannya dengan etilen glikol itu tipenya renal. Nah, etilen glikol masuk ke dalam (ginjal, red) akan berproses menjadi gugus formaldehid itu tidak bisa dikeluarkan dari tubuh, kecuali lewat ginjal. Sehingga treatment-nya ketika ginjal itu failure, artinya macet tidak mengeluarkan kencing maka harus didialisis,” kata Prof Djoko.

Ketua Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur ini memaparkan prinsip dasar tatalaksana gagal ginjal akut dimulai dari mengenal faktor risiko, mengatasi penyakit dasar, memelihara perfusi ginjal, pemberian nutrisi dan oksigen sebagai penunjang hemodinamik, menghindari obat atau bahan nefrotoksik, mengatasi gangguan metabolik, hingga terapi pengganti ginjal.

 

Pesan Bagi Masyarakat

Masyarakat diharapkan untuk sementara waktu tidak membeli obat bebas tanpa rekomendasi tenaga kesehatan, memahami gejala gagal ginjal akut seperti berkurangnya atau tidak buang air kecil secara mendadak bisa segera dibawa ke rumah sakit, mengurangi penyebab kerusakan gagal ginjal lain salah satunya infeksi Covid-19, dan tidak membuat obat puyer sendiri di rumah namun melalui resep dokter dan farmasi.

“Saya rasa standar ini harus dipatuhi dan adanya layanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan bisa dimanfaatkan. Untuk tatalaksana preventif dapat menjaga pola hidup sehat, asupan yang seimbang, olahraga teratur termasuk menghindari kebiasaan buruk,” pungkasnya.

 

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Nuri Hermawan

 



Comments